Thursday, August 4, 2011

anything but ordinary

Sometimes I get so weird

I even freak myself out

I laugh myself to sleep

It's my lullaby

Sometimes I drive so fast

Just to feel the danger

I wanna scream

It makes me feel alive


Is it enough to love?

Is it enough to breath?

Somebody rip my heart out

And leave me here to bleed

Is it enough to die?

Somebody save my life

I'd rather be anything but ordinary please


To walk within the lines

Would make my life so boring

I want to know that I

Have been to the extreme

So knock me off my feet

Come on now give it to me

Anything to make me feel alive


Is it enough to love?

Is it enough to breath?

Somebody rip my heart out

And leave me here to bleed

Is it enough to die?

Somebody save my life

I'd rather be anything but ordinary please

I'd rahter be anything but ordinary please.


Let down your defences

Use no common sense

If you look you will see

that this world is this beautiful

accident turbulent suculent

I'm feeling permanent

No way I won't taste it

Dont wanna waste it away


Sometimes I get so weird

I even freak myself out

I laugh my self to sleep

It's my lullaby



Is it enough?

Is it enough?

Is it enough to love?

Is it enough to breath?

Somebody rip my heart out

And leave me here to bleed

Is it enough to die?

Somebody save my life

I'd rather be anything but ordinary please


Is it enough?

Is it enough to die?

Somebody save my life

I'd rather be anything but ordinary please

I'd rather be anything but ordinary please


Artist: Avril Lavigne

Tittle: anything but ordinary

Baby Sitter

Semenjak dia lahir gw agak bingung harus bagaimana. Agak shock juga karena harus mengukir namanya dengan berbagai cara agar terlihat cocok dengannya. Memberikan sentuhan yang cocok walaupun mempunyai dua sisi yang berbeda, sedikit bertentangan, namun itu menjadikannya hal yang menarik. Ini sebuah tantangan untuk seseorang seperti gw.

Setelah mencobanya dengan berbagai cara supaya terlihat wujudnya untuk dipamerkan pertama kali, seperti kebiasaan gw yang nggak pernah puas, gw berpikir untuk membenahinya lagi. Gw hanya pengasuh, mungkin orang tua yang melahirkannya lebih mengerti. Layaknya baby sitter yang menjaganya disaat nggak ada orangtuanya, walaupun ada mungkin mereka juga sibuk untuk melaksanakan tugas-tugas mereka yang lainnya.

Beberapa bulan terasa memuakkan, orangtuanya banyak bicara. Gw juga berusaha, sayangnya tidak pernah terlihat langsung olehnya. Memakan banyak waktu, banyak ide untuk membuatnya tenang. Rasanya ingin terus memaki. Ini bagusnya seperti ini, itu bangusnya seperti itu. Terus menerus dia berkembang dan terus menerus dia harus lebih diperhatikan.

Sampai pada saat itu, waktu gw bersamanya segera berakhir, gw agak tenang nggak harus mengasuhnya lagi. Nggak berasa sudah setahun. Ternyata keadaan nggak mengatakan demikian, orangtuanya masih inginkan gw untuk terus mengasuhnya entah sampai kapan.

Shock. Hanya sementara. Sisanya hanya perasaan gw yang ingin dia menjadi yang lebih baik. Cerminan gw akan terlihat didirinya. Jangan sampai gw sendiri ikut malu kalau melihat penampilannya. Mencoba gaya baru, perbanyak referensi, berlagak seperti dia anak sendiri, dan memberikannya sedikit bubuk 'suka' dengan sedikit mengalihkan orangtuanya. Agak berhasil, nampaknya gw mulai menyukainya. Sempat terpikir untuk mengasuhnya bersama orang-orang yang menyukainya juga. Apalah namanya, katakan saja manusia itu mempunyai cara berbeda-beda untuk mengasuhnya yang sudah setahun lebih ini.

Gw hanya ingin menjadikannya lebih baik. Dan tolong hargailah gw yang sudah terlalu pasrah ini.

Perasaan mulai ragu untuk terus menyukainya, kalau saja orang-orang disekitarnya juga turut peduli, mungkin gw akan terus menyukainya dan menjadikannya sebagai pupuk 'suka' untuk terus mengurusnya.

Hampir dua tahun sudah. Nggak berasa sudah banyak penampilan yang diubah, entah harus senang atau sedih. Nggak tau bagaimana kelanjutannya nanti, yang pasti tergantung dari orangtuanya lagi.

Kakeknya, neneknya, tantenya, omnya, kakak-kakaknya yang turut mengasuh, apa kabar kalian sekarang ini melihat perkembangannya? Apa yang kurang dari yang gw berikan ke dia? Akankah terus dengan keadaan seperti saat ini?

Gw bisa melemah untuk mengurusnya jika dengan keadaan seperti sekarang ini. Mengangkat bendera putih, hmm… lebih baik cari baby sitter baru untuk mengurusnya sebelum gw menyerah.

Menjadikannya lebih baik dari segi penampilan dan sedikit kualitas isinya itu memang sudah tujuan gw. Tapi..

Switchlah yang menentukan tujuannya sendiri. Gw hanya baby sitter saat ini.


Thursday, July 28, 2011

after office hour

Hari ini benar-benar melepas kegiatan seperti biasanya. Anggap saja gw lagi mencoba untuk melebarkan sayap lagi diumur yang baru ini, 23, umur yang seharusnya gw bisa lebih produktif, menjauhkan hal-hal yang monoton. Mungkin masih banyak juga orang yang diumur segitu masih bersenang-senang dimasa kuliah, tapi ini, kalau pakai bahasa sekarang, "nggak gw banget!".

Bertemu teman-teman semasa SMA sekarang ini, perasaannya sungguh berbeda. Gw senang, mereka masih bisa mengingatkan untuk bertemu, berbagi cerita satu sama lain, dan tertawa tanpa harus jaga image. Kami sudah dewasa. Selintas dipikiran gw. Mereka yang selalu meluangkan waktunya untuk bertemu, walau kadang ada-ada saja alasan yang bisa membatalkan datang salah satu dari kami, bukan lagi menjadi masalah karena menurut gw, kalau mau bertemu yaa bertemu saja, selama kalian merasa kita masih berteman, tidak perlu banyak pertimbangan. Kita sudah dewasa, kan? Nggak ada lagi berantem-berantem nggak penting karena tidak bisa bertemu.

Kalau ada kabar bahagia, gw siap mendengarkan dan ikut senang.
Kalau ada masalah, gw siap mendengarkan dan mencoba membantu sebisa gw.
Kalau nggak ada apa-apa, nggak ada salahnya juga untuk bertemu.

Jujur saja, saya merasa nyaman bersama mereka. Mereka yang sudah bisa mempertimbangkan segalanya. Yaa, tentu saja kami seumuran, hal itu menjadikan gw makin nyaman.

Lucunya, gw menyadari ini tadi saat bersama mereka. Ingin ketawa rasanya, tapi gw cuma bisa berkata, "17-23, beda yaa.. hehehe". Dan gw sadar mereka bingung dengan ucapan gw barusan. Cuma kata-kata yang melintas dikepala gw tapi bisa membuat gw senyum.

Nggak ada yang berubah, kami hanya beranjak dewasa.

Dua jam, bukan waktu yang cukup untuk menceritakan semuanya, berbagi, memberikan masukan dan membuat salah satunya menangis. Waktu hanyalah waktu, walaupun sebentar, gunakanlah semaksimal mungkin untuk bertemu mereka yang bisa membuatmu nyaman.

Pulang dengan taxi masing-masing. Hanya kebetulan yang bisa mempertemukan gw dengan si supir taxi yang gw tumpangi. Salam hangat dari mulutnya, menanyakan arah tujuan, lalu berangkat. Berikut percakapan singkat yang bikin gw sedih sejenak.

Supir Taxi (ST) : "Habis kumpul sama sahabat-sahabatnya yaa, mba?"
Gw : "Menurut bapak?"
ST : "Menurut saya, iya. Lama nggak ketemu pasti, yaa?"
Gw : Nyengir sendiri, "Kok bapak tau?", gw yang nggak pernah jawab pertanyaan hanya membalikkan pertanyaan.
ST : "Saya ngeliatnya sih, tadi begitu. Pulang malem karena baru bisa ketemu habis kerja, temen kuliah kali, yaa.. akrab banget."
Gw : "Hehehehe,.. mereka teman SMA saya, Pak."
ST : "Ooh,. temen SMA, temen lama yaa, baik-baik, saya mengerti."

Sejenak gw diam, ngeliat keluar jendela. Sedih juga karena waktu, kami harus kembali pulang. Perasaan gw yang masih kangen sama mereka makin menjadi karena ditambah pandangan dari seorang supir taxi yang nggak kenal sama sekali tapi bisa melihat kami seperti itu.

Apakah mereka sahabat gw?

Sekarang gw menjawab, Iya, mereka sahabat gw.

Friday, July 22, 2011

SELAMAT ULANG TAHUN, SAYA!




Buat saya, selamat ulang tahun!! semoga ditahun ke 23 ini bisa pelan-pelan mencapai mimpinya untuk ditahun ke 25. Aamiin. Apalagi, apalagi? mimpi banyak sekali, semoga bisa tercapai satu-satu dari hal yang kecil sampai hal yang nggak mungkin, ah.. terlalu ngayal dipagi buta dan dihari-hari biasa. Yang ketinggian mimpinya semoga bisa masuk ke dalam alam mimpi, setidaknya gw bisa merasakan walaupun nggak sadar. hehe..

Terima kasih yaa, yankcy si pacar yang paling pertama ngucapin selamat. Selamaatt!! kamu dapet permen nanti dari aku. Buat teman-teman kantor Hai Magazine dan sekitarnya terima kasih ucapannya yaa.. doakan gw sehat, dan gw selalu mendoakan awak Hai sehat, apalagi menjelang deadline puasa ini. Buat teman-teman yang lainnya.. terima kasih banyak doa dan ucapannya.

Ah, mulai senang diumur yang ke 23 ini. Muda, tua, sama saja.. yang penting gw senang :D.


Terimakasih banyak, teman-temaaaannn....

Wednesday, July 13, 2011

HUTANG

Jangan salah sangka dulu sama judulnya. Gw termasuk orang yang takut banget sama kata itu, biasanya berhubungan sama uang, kan? Berusaha nggak ngutang, takut nggak bisa balikin duitnya. Jadi, kalau belum punya duitnya mending nggak usah dipaksakan. Itu kalau kata si Papa.

Hutang yang gw maksud sih hutang cerita, banyak banget sebenernya kejadian-kejadian aneh. Tapi mau gimana lagi, gw bukan penulis cepat, kadang satu kalimat saja mikir, kira-kira orang bisa mencerna kata-kata gw nggak yaa? hehe.. cerita cuma cerita sih yaa, gw cuma berusaha untuk menyampaikannya dengan cara gw sendiri.

Cerita sedikit dulu, setiap jam 11 malam, beberapa minggu belakangan ini selalu berada di kantor. Tidur selalu jam 3 atau jam 4 pagi. Settingan hidupnya lagi nggak benar. Namanya juga hidup sih, ada saja kegiatan yang menyita banyak waktu.

Doanya cuma mudah-mudahan waktu yang gw buang-buang buat melaksanakan kegiatan gw itu bisa bermanfaat buat kedepannya. Dengan kata lain, bisa bikin gw senang.

Sampe ketemu lagi. Siap-siap baca muntahan cerita gw yang lain.

Wednesday, March 30, 2011

Syal Merah Saya.

Lampu2 mobil terlalu terang dari arah yang berlawanan, terasa mata saya dipenuhi seluruh cahaya. Memejamkan mata sejenak dan menghalanginya dengan tangan.

Belum terasa jauh, ternyata dibelakang terjadi kecelakaan. Seperti tabrak lari. Mobil itu melaju cepat. Saya takut. Akhirnya lebih memilih meneruskan langkah saya.

Tidak peduli, kasarnya. Tapi jalanan malam ini lebih sepi dari biasanya. Sunyi.

Oh.. Wangi kamar, waktunya beristirahat. Mencoba menghubungi sahabat saya tapi tidak ada balasan. Kemana dia?

Waktu terasa cepat. Pagi dan sudah larut, saatnya saya pulang. Kantor terasa sunyi hari ini tapi tidak untuk jalanan malam ini.

Kecelakaan lagi, kali ini didepan saya. Mencoba lari tapi tidak bisa menghentikan laju mobil. Hey, berhenti!

Tak tega melihat perempuan bersyal merah tergeletak tak berdaya. Sesaat jalanan kembali sunyi. Siapa yang harus dihubungi? Telepon mati total.

Gemetar. memberanikan diri melihat keadaannya. Mencoba menarik badannya ke tepi jalan, wajahnya tertutup syal dan angin dingin meniup2 syal merah saya.