Thursday, November 14, 2013

Orang itu Beragam


Hari ini (9/11) dibuka dengan dinginnya kamar gw yang tanpa AC itu, setelah bisa tidur tenang karena dua temen cewek pejuang weekend gw, Ikan dan Deboy, sampai di rumah sehabis mangkal di percetakan Benhil. Santai-santai sebentar sambil update persiapan UTS siang itu.

Siap berangkat ke kampus, jalan dari kosan, ketemu si Mba Yani dan Bu Haji lagi ngobrol senyam-senyum, yaa seperti biasa Mba Yani selalu semangat kalau lagi ngomong. Gw yang masih belum-ngumpul-nyawanya, cuma bisa lewat bilang permisi, bahayanya kalau membuka obrolan sedikit saja gw bisa tertahan lama dan susah untuk memotong obrolan. Lanjut jalan lewat jalan kecil yang belum lama ini gw temukan demi menghemat tenaga jalan kaki menuju angkot kuning. Dari kejauhan, terlihat penumpang turun dari angkot, kayaknya lebih dari cuma bayar saja, semakin dekat dengan angkotnya semakin terdengar kata "Anjing" berulang-ulang dari mulut supir maupun ibu-berkerudung itu. Lumayan kaget dengar teriakan si ibu, ibu penjual rokok yang biasa mangkal disitu pun ikut bingung,
gw jadi nanya, "Kenapa ini?"
"Jangan naik mba, supirnya ngomel terus, biarin aja rejekinya seret!", teriak si ibu kerudung sambil gebrak-gebrak body belakang angkot.
Jujur siang itu agak panas, barang bawaan gw pun lumayan berat, ngga mau lagi nunggu angkot lain datang. Baru kali ini memang gw naik angkot pake Istigfar, berasa aneh karena jadi berasa pertanda buruk bakal datang. 
"Astagfirullah, Pak, siang-siang berantem, makin panas aja kayaknya," celoteh gw asal sambil naik angkot.
Si supir kemudian lanjut curhat, yang ternyata kalau diurut ceritanya, si ibu kerudung itulah yang salah, jelas angkot C-13 hanya sampai Kebon Jeruk dan si Ibu ngotot sampai Tanah Abang karena merasa dirugikan supir yang terkesan nurunin penumpang ngga sampai tujuan. 
"Yaa kalau mau sampai Tanah Abang naik taxi aja yaa, neng? Saya sih mau aja nganter tuh ibu sampai Tanah Abang tapi nanti saya kena omel sama supir M-11," curhat si supir. "Saya sih udah bilang dari awal, ibu kalau mau ke Tanah Abang, nanti dari Kebon Jeruk nyambung naik M-11 yaa. Masih aja tuh si ibu ngomel-ngomel. Setaun sekali ada tuh, neng penumpang yang kayak gitu..." curhatan supir angkot pun berlanjut.
Terbukti juga pada siang itu, sumpah serapah yang dilontarkan sama si Ibu kerudung ternyata nggak didengar, penumpang si Supir angkot makin banyak yang naik, "Neng, saya sih percaya rejeki itu yang ngatur yang di atas. Doanya ngga bakal didenger, kecuali dia ibu saya," tutup si Supir.

Nggak lama ada seorang Ibu dan anak naik, duduk dibagian ujung angkot yang kemudian membuka obrolan dengan ibu yang duduk disampingnya,
"Bu, kalau ari-ari itu dikubur sama kendinya juga, yaa?" 
Oke ini absurd dan bikin gw nengok pelan-pelan dan mata pun langsung nyari barang yang dibawa sama ibu dan anak itu. Memang ada beberapa kantung kresek item yang dibawa dan cerita pun dimulai.
"Tadi, ada mba-mba berdiri di pinggir jalan, kayak nunggu lama, nengok kanan kiri, yang ternyata saya samperin dia buta, katanya habis melahirkan dan mau ngubur ari-arinya. Yaudah, akhirnya dia minta tolong saya buat nguburin tapi saya bingung nih nggak pernah ngubur ari-ari." "Kasian yaa, bu," sambung anaknya.

Perjalanan menuju kampus jadi terasa agak lama karena kejadian-kejadian di atas, untungnya nggak ditambah sama macet yang lagi menggila. Gw cuma bisa mengambil hikmahnya saja apa yang udah dilewati siang itu, manusia di dunia ini ada banyak tapi nggak banyak juga orang yang benar-benar baik.
Feeling memang kadang benar kadang salah, semua yang dimulai dengan perasaan nggak enak akan terus-terusan jadi nggak enak, hanya saja bagaimana kita bisa menyikapinya dan ekstra sabar. Benar, setelah itu yang seharusnya jam 14.00 gw harus sudah jalan ke Pondok Gede spesial acaranya Mas Avis dan Sari, masih harus menunggu di kampus sampai jam 15.00. Belum lagi jalanan yang tiba-tiba macet disana-sini. Walaupun nggak berhasil tepat waktu untuk menyaksikan kakak gw lamaran, gw berhasil nggak berantem sama si pacar gara-gara pening ditelepon, dicariin digrup chat, dan mencari jalan tikus pakai google map. Kepala terasa berasap, siap meledak.

Tapi...

Keluarga tetap menjadi salah satu alasan gw untuk tersenyum dan tertawa, walaupun sempat sebal karena ditinggal rombongan lamaran tapi yasudahlah.

Sekali lagi SELAMAT buat masku sayang dan aii, semoga lancar persiapan tahun depannya!


Wednesday, August 7, 2013

Tenang, Masih Disayang

Mama bilang, "Tidur, nanti mau nemenin mas Apis nganter ke Gambir, nggak? Bentar lagi sahur." kira-kira ini jam 1 pagi setelah mama ngantuk-ngantuk dengerin gw nyerocos nggak bisa ngerem, maklum anak kost baru saja balik ke surganya. Kebiasaan belakangan ini juga lagi nggak baik, tidur pagi bangun cepet, 'ngalong', mungkin ini salah satu faktor yang bikin kepala gw sakitnya minta ampun setiap harinya.
Santai ganti-ganti channel TV sampai jam 2 pagi, bingung tetap nggak bisa tidur. Naik ke atas nyiapin angpau lebaran buat ponakan yang nanti berangkat ke Purwokerto. Ngeluarin dompet, ambil uang dan amplop khusus yang selalu gw buat sendiri. Dompet terbuka di atas kasur, dilihat-lihat ada yaang aneh dari susunan kartu seadanya yang ada di dompet.. dan..

OH, NO!! ATM MANDIRI GW NGGAK ADA.

Panik? tentu.. Mau bangunin mama, nggak mungkin, kasian baru tidur. Untungnya gw ingat urutan kejadian, apa saja yang gw lakukan setelah pulang kantor tadi sampai menjejak di rumah. Yup, pulang kantor gw ngambil duit di ATM setelah itu, tertinggal. Telepon Oscy, cas cis cus, browsing call center Mandiri karena lupa nomornya. CUS, blokir setelah melewati tahapan prosedur kayak kuis, untung masnya nggak jawab "Bisa jadiiii.." Siyalnya, jam segitu saldo ngga bisa di cek karena pergantian hari.

IKHLAS.
Setelah blokir, gw telepon Oscy lagi, "Yank.. tabungan lagi disitu semua, semoga orang setelah aku baik deh huhhuhuhu, belom bisa cek saldo." Oscy dengan nada selownya menjawab, "Yaa kalau nggak ada, belom rezeki."

Nggak pernah setenang ini, keringetan, sih gara-gara gw bolak balik naik turun tangga dan tombol telepon rumah juga rusak susah dipencet. Ngomong sama mas Ta**** call center Mandiri juga nggak pakai emosi. Nangis? Nggak. Berkaca-kaca? Iya, setelah gw berhasil liat saldo terakhir gw di jam 02.30.

Ternyata.. Allah masih sayang sama gw.

Hasil kerja keras nggak sia-sia. Mungkin ini cara-Nya buat 'nampar' gw. Inget Taa, inget..
Alhamdulillah.


Wednesday, July 3, 2013

Tuesday, May 21, 2013

Hard Worker

Ini ceritanya lagi ujian tengah semester enam, gw dan temen-temen seperjuangan diberi tugas untuk membuat stop motion mata kuliah Animasi Digital. Dari penasaran belajar apa, pusing mikirin konsep, bingung gambar storyboard, sampai menghabiskan waktu untuk mengolahnya menjadi karya yang akhirnya diupload di Youtube minggu kemarin. Ada beberapa macam penilaian yang digunakan dosen kami, salah satunya yaa penilaian dari Youtube, bagaimana respon atau apresiasi orang-orang terhadap karya tersebut.
Ada beberapa link yang akan gw list disini, kalau ada waktu, boleh mampir ke Youtube, tinggalkan komentar atau like juga boleh, hehehe. Sekedar bantu para mahasiswa sekaligus pekerja ini yang sudah bersusah payah membagi waktu untuk memenuhi semua kewajibannya.
Berikut link Youtube para #pejuangweekend :

1. Work Hard, Too Hard karya Freska Paramita feat. Dado Gustia


2. Snake and Ladders Game karya Ikha Dini feat. Debby Handoko
3. Jackpot Machine karya Ogi Mardiansyah feat. Dwi Sulistyantoro
4. DIARY karya Gabriel feat. Izmail Umri
5. Cicak dan Nyamuk karya Kukuh Bimo feat. Djarwo
6. Wolverine "Gedebug!" karya Candra Gunawan feat. Nuryadin Djufri
7. Virus Infected My Computer karya Sunarti feat. Andre
8. Water Cycle karya Brian Binar Putra
9. Harlem Shake Icon iOS karya Mayson Marbun feat. Tubagus Salamudin

or watch this playlist: Stop Motion DG#17

Terima kasih banyak atas apresiasinya!
Salam DG#17

Friday, May 10, 2013

Cara Cari Uang

Cerita sedikit, ini tentang mata pencaharian, pekerjaan atau apalah sebutannya itu untuk mendapatkan uang. Ini cerita datang waktu gw lagi berada ditengah-tengah jadwal kuliah. Kuliah dari pagi, biasanya kami (gw, Ika, Debby dan DG17 lainnya) makan siang Sop Ayam Pak Min dekat kampus. Kebetulan Debby sudah nggak kuat menahan hausnya, melipirlah sejenak di mini market, gw yang udah laper beli tahu goreng Rp 4000 dapat 6 buah, maksudnya sekalian buat yang lain juga. Menunggulah gw dan Ika di depan mini market. Gw yang asik mengunyah tahu goreng melihat ada sosok ibu dan anak kecil duduk di depan pintu mini mart itu (pengemis), reflek nawarin tahu goreng ke si ibu,
"Mau tahu nggak, bu? Ambil aja nih.. lumayan buat ngemil."
Si ibu menolak sambil senyum-senyum. Gw tetep kekeh nawarin, "Ngga apa-apa, ambil aja.. Dek, mau tahu nggak? Nih..," Mencoba nawarin ke anak kecilnya tapi nggak berhasil juga. "Beneran nih?? Hehe yaudah.."

Gw makan tahunya lagi, Ika pun bertanya, "Dia nggak mau, ta?" dan gw geleng-geleng sambil ngunyah.

Sempet kepikiran sih, apa tampang gw nggak meyakinkan yaa untuk nawarin makanan ke orang? Padahal nawarinnya gw sambil makan makanan itu juga, artinya makanannya aman buat dimakan. Kenapa ibu itu nolak?

Kepikiran lagi tentang bagaimana cara orang mencari uang. Contohnya gw, untuk dapetin uang setiap bulan, banyak tenaga, waktu, pikiran yang terkuras. Melihat si ibu yang duduk 'ngampar' dibawah sambil bawa anak kecil dan menadahkan mangkok kosongnya, ditambah menolak tahu goreng yang gw kasih, membuat gw bingung. Apa cuma UANG yang dia cari? Sampai-sampai makanan buat ngisi perut saja ditolak, kan makanan juga sebenarnya rejeki, sama kayak ditraktir, perut kenyang tanpa harus  mengeluarkan uang. Lumayan, kan?

Yang gw tahu, rejeki itu datangnya dari mana saja. Bisa sih ditolak, paling ujung-ujungnya nyesel.
Yang gw tahu, nyari uang itu susah, nyari sih.. belom tentu ada uang yang jatuh di jalan.
Mending usaha, usaha nyari kerjaan, klien atau buka usaha sekalian.

Capeknya kebayar.

Wednesday, May 1, 2013

Who am I?




Menjadi sempurna sudah menjadi keinginan semua orang. Fisik, kehidupan, kemapanan, percintaan, pertemanan, apalagi? Keseluruhan yang dijalani ini, terkadang menjadi senjata yang menodong diri sendiri. Apa yang terjadi jika nggak bisa mengendalikannya? 

Jawabannya ada pada diri masing- masing. 

Selama gw hidup, nggak pernah mau memihak, menurut gw semua rata. Terkadang labil berada ditengah-tengah kondisi yang sulit untuk dipilih, hanya karena nggak enak. Well, ternyata nggak semuanya pantas mendapatkan "nggak enak"-nya gw dan pasti ada alasannya juga untuk gw melakukan itu. Banyak belajar, pengalaman menceritakan segalanya. Lakukan yang menurut gw benar, perkirakan apakah itu membuat mereka senang atau malah membenci. Bukan jadi masalah buat gw untuk saat ini, pasang kacamata kuda, buka telinga lebar-lebar agar segala macam kata-kata bisa keluar masuk sesuka hati tanpa mengganggu hati yang gw miliki selama ini.  

Normal buat gw saat ini. 

Keluarga, pacar, sahabat, teman dekat, suka bilang gw aneh, gila, nggak normal, bego, dodol, nggak jelas, otak konslet, dan keanehan lainnya di depan gw, berkata langsung. Ketawa saja, memang begitu adanya. Malahan, gw berterima kasih kepada mereka yang berani jujur, dan menurut gw ini lucu, hahahaa... Keanehan lainnya bisa gw rasakan sendiri ketika gw kaget, takut, atau hal yang membuat cewek lain teriak, gw nggak bisa teriak, kayak tertelan dan baru bisa keluar suara setelah jeda beberapa menit. Ini normal, buat gw, and I love being myself. 

Tapi, .. terkadang gw ingin menjadi nggak normal.

Seperti cewek-cewek itu. Dandan, selalu tampil 'on' setiap jalan-jalan. Manja-manjaan dengan teman-temannya, terutama teman cowoknya. 'Teriak-teriak' sesuka hati, mengeluh, kalau lagi sedih banyak yang menemani. Kalau di film How I Met Your Mother, disebutnya Woohoo Girl (cewek-cewek yang suka teriak "wooohoooo", padahal didalam teriakannya itu ada berbagai macam masalah dia). Terasa berbeda, seperti mereka punya magnet pintar untuk menarik perhatian atau entah apa itu sebutannya. 

Mungkin gw yang terlalu normal, terlalu santai dalam menjalani kehidupan ini, terlalu menerima. Senang yaa ketawa, kesal yaa marah, sedih yaa menangis, malas ngomong yaa diam, butuh uang yaa cari kerjaan, bisa sendiri yaa kerjakan sendiri.  

Haruskah gw menjadi orang yang bukan gw?
Kalau iya, siapa gw sebenarnya?

Thursday, April 25, 2013

enroll elearning



Ini yang bikin ketawa ngakak waktu enroll mata kuliah elearning teknik presentasi diawal semester enam. Huahahhaahhaaa.. makin lama dilihat makin kocak, emosinya berasa.

Wednesday, April 24, 2013

Bahagiaa~


Minggu, 21 April 2013, hari gw tersenyum sangat bahagia. Sangat. Melihat keluarga yang berkumpul, nggak hanya keluarga gw tapi juga keluarga dari Oscy. Yup, lamaraaaan! lamaraaaann! 


Berbekal persiapan yang nggak terlalu lama, acara lamaran ini bisa dibilang, alhamdulillah, lancar. Sempat ada saja yang bikin pusing, dari kerjaan, tugas kuliah, sampai gw drop, flu berat yang sulit diatur. Yaa, lagi-lagi gw menyerahkan semua kepada-Nya, kalau diizinkan gw sangat berharap dilancarkan. Bahkan, hari Sabtu gw masih kuliah dari pagi sampai malam, bergabung sama acara Artmosphere Show off #2 anak-anak design kelas karyawan di Mercubuana walaupun cuma sebentar. Malam minggu berangkat dari kostan menuju rumah dengan perut keroncongan dan akhirnya sampai juga di rumah. 

Kalau ditanya, "Deg degan nggak, Taa?" Gw cuma menjawab, "Nggak, biasa aja tapi kaki gw kesemutan." Panik iya, entah kenapa tiba-tiba provider nggak menemukan signal sama sekali dan mama papa bolak balik bertanya sudah sampai mana Oscynya. Kakak gw, iniinu, yang bertugas menyambungkan Pondok Gede - New Zealand mendadak panik juga karena wi-fi bermasalah, padahal paginya dicoba baik-baik saja. Hahahaa ada-ada saja. Tapi semua itu hilang ketika gw melihat Oscy di depan gw tersenyum, mengunggu jawaban diterima apa nggak. Melihat seluruh keluarga yang tertawa, bercanda diacara yang penting ini. 

Nggak ngundang banyak orang, sih, yang penting orang-orang yang ada disaat itu yang benar-benar bisa membuat gw tersenyum.

Terima kasih kepada-Nya atas segala sesuatunya. Terima kasih Mama, Papa, Mas Dink, Bunda Neny, Mba Nix, Kak Hendi, Oma Ani, Mas Inu, Nisa, Mas Apis, Aii, Om Woto, Tante Harsih, Pakde, Bude,  tetangga, Ika, Debby, Reza, Dado, temen-temen SMA, nah kalau udah begini bingung nyebutin terima kasihnya, hehe.. For my besties Eris, Yudieth + Bro Kiki, Makasih yaaa udah datang.. makasih juga buat kadonya



Makasih juga buat teman-teman yang kaget dan ngucapin selamat hahaha.. Nggak bermaksud nggak ngundang, gw udah tahu keadaan kalian pasti hari Minggu untuk acara keluarga dibanding datang ke acara lamaran gw yang mungkin nggak terlalu penting. 

Tinggal siap-siap melangkah ke tahap selanjutnya. Bismillah :) 
Doakan lancar yaaa.. 

Saturday, March 2, 2013

Labirin Antara Hidup dan Mati


Berlari, memutari tempat yang gw nggak ketahui. Mencoba terus mencari jalan, menelusurinya. Bukan tempat yang biasa gw lewati, tempat ini sangat berbeda. Melihat jalan pintas, sepertinya memang jalan pintas daripada harus berputar lebih jauh walaupun gw nggak tahu tujuannya kemana. Menaiki tangga, melompati beberapa tembok rendah dan terus berlari tanpa henti.

Menemukan jalan namun ada seseorang yang sedang duduk di undakan, sepeda miliknya menutupi jalan kecil dan ada jalan sempit yang nggak mungkin gw lewati karena pagar yang terlalu tajam. Memutar otak untuk bisa terus melanjutkan perjalanan tanpa tujuan ini. Menyapa orang yang nggak dikenal itu, sedikit basa basi yang berakhir dengan jalan kecil terbuka yang ternyata dia tutupi. Berlari kembali. 

Oh, ternyata ada gerbang keluar menuju jalan lain yang terlihat banyak orang. Sebagian orang beraktivitas, sepertinya kenal tapi ternyata nggak kenyataannya mereka menyapa dan gw hanya bisa tersenyum, menjawab beberapa pertanyaan yang terlontar. Ada seseorang, keluar dari pintu kecil di dekat gerbang, dia tersenyum dan meminta gw untuk diam dekat dengannya. Menarik tangan seakan kami sangat akrab. Gw hanya bisa melepaskannya, menolak untuk di dekatnya. Dia menarik kapucon jaket gw namun terlepas, pegangannya tidak terlalu kuat dan hanya bisa membiarkan gw berlari lagi.

Tujuan gw semakin nggak jelas. Berlari menuju tempat yang lumayan ramai seperti berada di pinggir taman besar, berlari di trotoar dengan tembok tanaman. Melihat sekeliling hanyak orang-orang yang nggak dikenal. Terhenti karena ada orang nggak waras mendekati, seperti menggiring gw untuk tidak melewati jalan itu. Berbalik arah, belok ke kanan menghindari orang tadi. Ternyata ada lagi, seperti memberikan tanda kalau gw harus berbelok menghindari orang yang nggak waras lagi. Banyak orang aneh. Berbelok, ada dua jalur, sebelah kiri jalan gelap dan terlihat ada kerumunan orang, terlihat seram, sebelah kanan jalan menuju gerbang sebuah gedung putih yang sangat besar. Terpaksa berlari menuju gerbang itu karena orang yang nggak waras itu menunggu dibelakang dan siap menyerang. 

Masuk ke dalam gerbang, nggak jauh berlari, gerbang tersebut menjadi tinggi dan tertutup rapat disusul dengan suara yang sangat keras. Gw melihat kebelakang, berhenti berlari dan merasa terjebak. 

Apa yang harus gw lakukan sekarang?

Ada salah satu pintu gedung yang terbuka, seperti mengajak gw untuk masuk ke dalamnya. Terlihat lorong panjang seperti memutar gedung itu. Kali ini gw berjalan, melewati lorong itu. Ruangan-ruangan di sebelah kiri terasa aktif, banyak orang dan kegiatan yang berbeda di setiap ruangannya. Mengintip ruangan-ruangan di sebelah kanan seperti pusat dari gedung itu terasa sangat dingin, sepi. Gw mencoba untuk menelusuri ruangan yang ada di sebelah kiri terlebih dahulu. Memang banyak orang tapi nggak satupun yang sadar kehadiran gw. Merasa tidak terlihat gw berlari keluar ruangan dan melihat keadaan sekitar. Mencoba balik mencari pintu masuk tadi, nggak berhasil keluar karena ada rombongan turis yang masuk melalui pintu itu dan meminta gw untuk menemaninya menelusuri ruangan yang ada di sebelah kiri. Terasa aneh, dari rombongan yang masuk tadi hanya tersisa dua orang yang bersama gw, yang lainnya entah ada dimana. Mulai tidak jelas, gw berlari lagi keluar ruangan.

Memberanikan diri masuk keruangan di sebelah kanan. Suasana yang dingin, sunyi, senyap. Sekilas gw melihat orang lewat tapi bermuka pucat dengan tatapan yang kosong. Gw nggak mengerti sebenarnya ini gedung apa. Berjalan melewati ruangan yang hanya terisi satu bahkan nggak ada orang. Semakin dingin, gw seperti merasa nggak hidup lagi. Mencari jalan keluar, pintu yang tadi tapi nggak berhasil.

Gw tersesat.

Entah harus berpikir apa, gw hanya terdiam. Sepertinya gw benar-benar terjebak, nggak tahu jalan keluar, hanya bersama orang-orang dengan tatapan kosong. Mencoba mengingat kembali kejadian-kejadian sebelum gw memasuki gerbang gedung ini. Bagaimana gw diperhatikan dan diingatkan oleh seseorang yang gw nggak kenal namun memiliki hati yang baik. Beberapa orang yang mengajak berbicara dan berkenalan dengan orang. Bagaimana gw bersemangat untuk menelusuri jalan yang nggak gw ketahui. Terasa sangat hidup. 

Hanya ingin kembali merasakan hal itu. Keluar dari ruangan yang dingin ini.

Nggak lama, gedung itu hancur perlahan seperti abu yang tertiup angin. Gw melihat hijaunya rumput lagi, pohon-pohon yang berdiri dengan tegapnya, semilir angin meniup rambut panjang gw yang terurai. Melihat orang-orang yang bisa melihat gw dan melemparkan senyumannya. Melihat lagi seseorang yang sempat melepaskan gw, melebarkan tangannya untuk menerima gw kembali..

jika gw mau.


Tuesday, January 22, 2013

List Mimpi



Bercerita tentang mimipi, tadi pagi gw menulis beberapa kalimat di twitter.

"1 dari 2 mimpi besar gw udah tercapai. Belum berani membuat list mimpi besar lagi sebelum keduanya tercapai."
6:49 PM - 21 Jan 13

"Toh kebanyakan bermimpi tanpa merealisasikannya hanya membuang waktu."
6:57 PM - 21 Jan 13

Kalimat diatas memang begitu adanya. Gw memang suka bermimpi, anggaplah maksud kata mimpi gw ini adalah cita-cita. Mimpi saat ini masih terbagi dua, mimpi besar dan mimpi kecil. Mimpi besar merupakan mimpi jangka panjang, kira-kira mimpi dalam jangka waktu lima tahun, mimpi yang memang nggak mungkin dicapai dalam waktu dekat. Mimpi kecil seperti list 'resolusi' setiap tahun seperti kebanyakan orang bilang, hal-hal kecil yang ingin dimiliki, contohnya "ingin makan kepiting setelah sekian lama nggak makan", "ingin punya sepatu banyak biar bisa ganti-ganti", dan sebagainya. 

Membuat mimpi sangatlah mudah, kalau mau membuat list-nya mungkin berlembar-lembar kertas nggak akan cukup. Mencapai mimpi yang membutuhkan usaha yang mungkin sulit juga. Misal, disaat mimpi itu membutuhkan dana yang melampaui batas maksimum kita, kita juga membutuhkan usaha yang melampaui batas tenaga maksimum. 

Hidup nggak akan berwarna tanpa mimpi, sempat setuju dengan kalimat yang pernah dilontarkan temen gw kalau kita harus terus bermimpi. Nggak ada salahnya juga, sih, tapi nggak ada salahnya juga kalau kita bangun sejenak untuk melihat kehidupan nyata, merealisasikannya lalu bermimpi lagi. Jalur itulah yang gw pilih untuk membuat mimpi, bukan mimpi yang muluk-muluk, mimpi yang bisa membuat gw bahagia walaupun hanya untuk jangka waktu pendek. 

Dulu "Bermimpilah",
Sekarang "Buat mimpi dan wujudkan".

Tuesday, January 8, 2013

tekanan darah tinggi

Kemarin baru saja gw berhasil untuk tidur sedikit normal, bangun pagi, membangunkan pacar via aplikasi chat lalu tidur kembali. tidur yang cukup menurut gw. banyak hal-hal yang harus dikerjakan belakngan ini sehingga gw membutuhkan tenaga ekstra dan mata yang super kuat untuk tidak terpejam hingga pagi menjelang. sungguh nggak sehat, sudah pasti. yah, namanya juga hidup, kalau kita nggak mau berusaha yaa nggak mendapatkan apa-apa.

Mendengar kabar mama sakit sudah merupakan hal yang biasa dari gw kecil. sakitnya mama sangat beragam, bisa dibilang semua dokter di rspp sudah pernah meriksa mama. hehe nggak sih, beberapa saja. dari penyakit saraf, internist, dokter umum, yaa sekitar itu. mama sudah pernah dioperasi, 2 kali, menjalankan terapi karena pernah nggak bisa jalan sampai dirawat karena sesak napas. yang belakangan ini sering terjadi masalah perut dan tekanan darahnya yang terlampau tinggi. 

Sampai sekarang, gw belom bisa mengontrol makanan atau diet mama supaya terhindar dari masalah lambung dam tekanan darahnya. kurang berbakti karena terlalu sibuk mengurus urusan duniawi. mungkin juga karena sebenarnya mama membutuhkan teman untuk bercerita. 

Baru terasa sekarang ini, setelah gw, tanpa disuruh, tiba-tiba mengambil sumbawa cream punya papa yang semacam cream untuk badan pegal-pegal yang membuat badan menjadi hangat, untuk dioleskan ke kaki sampai akhirnya gw memijat punggung mama. sudah lama gw nggak melakukan ini dan gw tahu sebenarnya mama mau tapi sebelumnya sempat menolak karena sudah larut dan mama menyuruh gw untuk tidur. gw mengabaikannya yang gw lakukan terus memijat sampai akhirnya mama tertidur pulas. Yang penting kaki mama nggak dingin, perutnya hangat, dan sedikit pijatan dipunggung melepaskan sesak yang dirasa sebelumnya.

Sadar kalau mama mulai malu untuk meminta, mulai merasa nggak enak kalau menyusahkan anaknya.

Semoga gw bisa lebih merasakan, sekecil apapun, apa yang dibutuhkan sama kedua orang tua yang gw ketahui bahwa umurnya sudah tidak muda lagi. 

Thursday, January 3, 2013

Akhir 2012

Wooow... udah tahun 2013!!
Di ujung tahun banyak kejadian yang gw alami. Mulai dari sakit masalah lambung, Blackberry ikut sakit sampai harus pinjam handphone dulu sama @matetampan, buat panik mama sampai akhirnya tahun baruan juga.


ini penampakan si Bebe yang nggak kunjung selesai reboot. 



Obat-obatan yang gw minum karena si lambung ngambek. Ada kejadian gw dibuat panik sama dokter yang pertama meriksa, katanya bermasalah diempedu. What?! Segitu parahnya kah? Sampai mendarat didokter kedua, dokter internist yang dulu pernah periksa mama juga. Dan hasilnya, asam lambung yang naik. Lambung minta diisi makanan bukan angin. 


Mama yang tiba-tiba muncul dikosan bawain makanan sebanyak ini. 




Tiga gambar hasil dari Aplikasi Sketchbook Mobile X di layar HTC Desire V yang gw pinjam. Jari telunjuk gw lumayan juga, yaa? Hehehe.. 


Sudah. Akhirnya tahun baruan sama pacar. Sekian :D