Wednesday, March 23, 2011

Malam untuk Shifa

Kira-kira sudah pukul tujuh sore, gw dan oscy melipir ke kumpulan rumah makan di daerah joglo. Hujan, gerimis malam itu cukup lama.

Buat pengendara motor yang sedang diburu waktu mungkin itu hal yang menyebalkan.


Belum lama kami di situ, lagi melihat-lihat makanan apa saja yang ada, tepat arah jarum jam 12 ke arah jalan raya, ada pengendara motor yang jatuh. Ngga tau penyebabnya apa. Para polisi cepek yang ada disitu langsung bergegas mengangkat si pengendara yang mulai basah kuyup karena hujan dan mulai berteriak kesakitan. Gw melihatnya dari pinggir, oscy mulai maju ke arah jalan raya, tapi gw menarik jaketnya karena gw mikir supaya ngga menghalagi jalan, pasti dia digotong ketempat gw lagi berdiri. Banyak pengunjung yang 'menonton' dari pinggir, tapi setelah si korban diamankan ditempat yang tadi gw berdiri, semuanya bubar.


Selingan kalimat-kalimat yang membuat gw kesel mulai bermunculan.


"Ahh.. Takut ah, ga mau liat"


"Itu tadi ada kecelakaan didepan"


"Cewe ya? Dia sendirian?"


"Tuh.. Tolongin tuh"


Bergeraklah. Bantu. Dimana rasa kemanusiaan kalian? Gw sempat mikir seperti itu.


Gw ngga tega buat ninggalin orang yang lagi kesakitan dan mulai memejamkan matanya, apalagi terkapar depan mata gw.


"Mba.. Mba..", gw coba menepuk pipinya supaya dia kembali sadar.


Matanya kembali terbuka, luka-luka dikakinya lumayan banyak, darah mulai keluar.. Dan gw mulai panik harus gimana.


Pertanyaan pertama gw "kaki tangan bisa digerakin? Bagian mana yang paling sakit?" Untungnya dia masih bisa jawab pertanyaan gw, ngga berani menggerakan kaki kanannya yang dia bilang susah digerakin. Gw coba minta air putih hangat ke salah satu pelayan didalam kios, hanya 'air putih' lumayan lama menunggunya.


Segitu mahalnya kah air putih itu untuk menenangkan sejenak orang yang habis tertimpa musibah?


Pertanyaan kedua gw nanya pelayan disitu, "ada klinik 24 jam deket sini?"


"Wah.. Ngga tau mba"


Memang semua orang jadi agak panik.


Sambil menunggu 'air putih' itu gw coba nanya nama, rumah, dan nomor telepon keluarga yang bisa dihubungi.


Kotak P3K oscy sudah expired, entah dari tahun kapan. Ngga berani bersihin luka, cuma minta betadine ke orang setempat dan menyiram betadine ke seluruh permukaan lukanya.


"Shifa, tenang yaa", kata gw karna melihat dia mulai nangis kesakitan.


Susah sekali menelepon bapaknya, mungkin karena nomor gw yang ngga dikenalnya. Mencoba meneleponnya berulang kali, dan berakhir dengan sms:

Bapaknya shifa yaa? Ini jatoh dari motor, sekarang ada di daerah joglo..

Kalimat yang aneh yaa? Gw mulai deg-degan.. Masih ngga tau harus gimana. Melihat muka oscy juga sepertinya dia merasa begitu.


Mulai tenang, gw berhasil menelepon bapaknya, setidaknya ada keluarga yang sudah tau keadaan anaknya.


Barang-barangnya aman, motornya juga sudah diamankan.


Ada obrolan-obrolan kecil yang lucu kalau gw inget-inget lagi. Intinya, Shifa itu masih sma, pelatih taekwondo, dan untungnya dia bukan tipe cewe yang pendiam, jadi gw masih bisa tau keadaan dan apa yang dia rasakan. Gusi bagian gigi depannya sedikit berdarah, mungkin kepentok sesuatu karena dia ngga pake helm fullface. Sedikit kejujuran kalau dia sempat bengong dimotor sebelum kejadian itu terjadi. Gw cuma bisa bales senyum, menasehati disaat seperti itu mungkin ngga membantu dia untuk tenang, pikir gw.


Kebetulan, ada pengunjung yang baru datang dan dia mengenal shifa. Gw agak lega. Shifa gw serahin ke orang itu.


Beranjak ke sisi yang lain, gw dan oscy si-dengkul lemas-setelah-kejadian-itu, hahahhaa.. Jadi bingung mau makan apa, agak kehilangan selera makan karena masih ngga tega sama shifa walaupun ujung-ujungnya take away makanan juga dan kami lanjut pulang.


Persis di depan jalan menuju rumah oscy, bapaknya menelepon menanyakan letak persisnya rumah makan kejadian itu. B
eberapa jam kemudian, bapaknya sms:
Mba. Trims atas bantuan info anak sy, semoga ALLAH memberikan Rizky/Baroqah atas kebaikan anda,,


Gw, oscy, bernafas lega.

Maaf juga, pak ngga bisa bantu banyak.

Semoga ngga ada luka serius :)


Cepet pulih, Shifa. Biar bisa ngajar taekwondo lagi.

Tuesday, February 15, 2011

SEMESTER I

Kalau gw inget, pasti di update ini blog. Hell-o apa kabar semuanya, keinget ada teman baru yang menegur gw, "ta.. kalau punya blog di update donk!" yaah intinya seperti itu lah. Baru sadar ini udah tahun 2011 yaa, bulan kedua pula.. berarti gw terlalu sibuk untuk mikirin kehidupan gw, kerjaan, eh kuliah juga, pacar mungkin, banyak yaa. Mumpung hari ini libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan hidung gw lagi meler, coba gw ketik sedikit cerita belakangan ini.

Semester I kuliah gw udah lewat, belum lihat hasilnya tapi lumayan seru karena gw seperti dikejar-kejar berbagai macam deadline, ngga hanya kerjaan gw di kantor yang deadlinenya setiap minggu buat satu majalah, eh malah terkadang dua dan gw sebagai koordinator dari bagian design-nya, deadline tugas-tugas kuliah juga terus-terusan tiap minggunya. Well, semuanya bisa selesai pada waktunya, walau kadang terlambat juga karena berbagai macam masalah yang tiba-tiba muncul.


Tengah semester gw sempat ngga semangat untuk melanjutkan kuliah gelaran ini, karena semakin banyak tugas, uang, dan tenaga yang dikeluarkan. Satu kata "Capek". Tapi demi misi gw ditahun-tahun kedepannya kenapa harus kalah sama satu kata itu.


Gw kasih intip beberapa tugas-tugas yang udah selesai dikerjakan, hanya capture iseng dari handphone tapi lumayan buat kenang-kenangan masa sulit mengerjakan tugas, hehe..




dari kotak atas paling kiri:

1. Membuat texture daun, gw mengumpulkan beberapa bentuk daun, bagian belakangnya dicat pakai cat poster lalu dijiplak dikertas.

2. Lingkaran warna, buat lingkaran warna ini cukup membuat gw pusing karena warna yang digunakan hanya merah, biru, kuning, hitam dan putih. Intinya gw belajar mencampur warna manual, menggunakan teori dan banyak feeling.

3. Gambar dekoratif, masih pakai cat poster secara manua.
4. Gambar manual enam benda, dosennya menilai dari kemiripan dan perspektif bendanya. Gampang-gampang susah, susahnya dosennya susah dideketin, dan susah ditebak hehe..
5. UTS aplikom, aplikasi komputer secara online. Cuma dua hal yang ditakuti kalau ujian online, internetnya ngga bersahabat atau user diwebnya terlalu banyak.
6. Belajar warna tetrad, warna manual pakai cat poster.

7. Anomali, cat poster dan dari karton dipotong kecil-kecil. Lumayan bikin mata jereng.

8. Gambar karakter manual, warnanya pakai pensil warna dan membuat beberapa gerakan seperti stop motion yang membuat nilai gw jadi kurang bagus karena gerakannya simpel. Kalau dosennya mau mendengar cerita tentang karakter gw mungkin bisa lain nilainya. Ah, ngarep!

9. Gambar dekoratif lagi, warna manual pakai cat poster.

10. Gambar diri sendiri, manual pakai pensil warna. Anehnya, gw lebih memilih foto mata jereng karena gw bosen dengan gaya-gaya jaim. Dibantu oscy untuk kerangka mukanya. Sebelum diwarnain pakai pensil warna, malamnya gw belajar mewarnai kilat sama om gio, ilustrator di kantor gw. Lumayan cepet juga karena gw ngewarnainnya mulai jam 8 pagi sampai jam 12 siang. Sistem kebut secepatnya.

11. Monas itu, ah ngga penting lah.

12. Foto-foto terakhir dari kelas Apresiasi desain dan seni. Benda seni yang dibuat saat itu dari payung yang ditanggalkan fungsinya berjudul "it's raining inside". Poster yang membuat sedih, dan repro tema foto. Gw suka banget sama kelas ini, 'art-art gitu'. Di kelas ini gw bisa sok-sokan jadi seniman, bisa jadi designer. Seru!

Semoga lancar sampai semester berikutnya!

Wednesday, December 8, 2010

kurang dari 42 kg

@ditha459 : Menaikkan berat badan, tp ga bsa" :(
ini terjadi juga sama diri gw..

@eritz7: Makan indomie rebus 3x sehari..
ngajakin mati cepet sekalian ngawetin mayat sepertinya, ris.. akakkaka

@mpokgaga: Ikutan America's Next Top Model *kedip* *ngarep* :P
boleh di coba, mpok.. eksotis gimana gituu jadinya kalau orang indo jadi model :D

@chitrannisa: kalo lebih dari 50 kg gmn? :(
ngga apa-apa yang penting sehat! semok juga oye!

@indaismya: Tetep makaan biar sehaat (˘⌣˘)
betul kata bunda yang satu ini..

@azwinnugraha: Bunuh diri/loncat dr atap gedung/nangis ga brenti2 selamanya
GILAK LO WIN. huahhahahaa... lu doyannya yang chubby sih... *kabur

@ayoews: Makan dan makan dan makan. Heaven! Hahahahha
setuju dan siaaaap! hahaha...

@intandee: Makan&ngemil yg banyak donk!!
ajib :D

@putryherlina: Minta bantuan dokter.
vitamin, obat cacing, obat racikan segala macem sudah dicoba.. ngga mempan, hehehe..

itu reply atau rt-an yang gw terima dari pertanyaan yang gw tulis di twitter tadi siang:
"Apa yang kalian lakukan kalau berat badan ga lebih dari 42 kg?"

Yap, gw cuma mau tahu pendapat orang lain tentang hal itu. Selama ini banyak sekali pernyataan yang gw dengar:
"gw pengen kurus deh"
"gw kurusan ngga?"
"gw gemukan ngga sih?"

Yang gemuk ingin kurus, yang kurus ingin gemuk.. ketika kegemukan ingin kurus lagi, hahaha... mungkin berat badan yang proporsional yaa.


Berapa pun berat badan kita, asal kita sehat ngga masalah. Yang harus diperhatikan bisa jaga makanan yang masuk ke tubuh kita, olahraga yang teratur, dan pikiran juga harus senang.

Yang mau kurus, inget diet yang sehat terlalu kurus juga belum tentu bagus dilihat.

Semoga kalian sehat terus yaa teman-teman..

Wednesday, October 6, 2010

kata sindiran

Tidak bisa kah berbicara baik-baik dengan orang yang sedang bermasalah dengan kita tanpa menyindir orang lain? Di mana hati kalian? Senang jika orang yang kalian sindir merasa kalau itu dia yang sedang dibicarakan, sedih bagi orang yang membacanya... Miris.

Cobalah untuk mengajaknya bicara, selesaikan masalah dengan cara kalian tanpa mengganggu orang.

Dewasa? Gw nggak akan menganggap kalian dewasa jika perilaku kalian seperti itu.

Tulisan ini untuk orang-orang yang pernah menyindir dan gw baca ditimeline twitter dan juga orang-orang disekitar gw yang pernah melakukan tanpa disadarinya, mungkin.

Wednesday, September 1, 2010

Kebiasaan

Lama kelamaan gw berfikir kalau kebiasaan itu ngga selalu berakhir dengan baik. Contohnya gw yang sudah terbiasa siap-siap sebelum berangkat ke kantor:


- matikan kipas angin - matikan lampu - ambil sepatu taruh di luar kamar - balik ke dalam lagi ambil tas, kunci, dan gembok - pakai sepatu - kunci pintu - gembok bagian bawah pintu - cabut kunci masukkan ke dalam tas - berangkat.


skip sebelum berangkat makin sering terjadi.


- buka pintu - matikan lampu - ambil sepatu, tas, kunci, dan gembok - tutup pintu - buka lagi - matikan kipas angin - pakai sepatu - kunci pintu - gembok bagian bawah pintu - berangkat - turun tangga - naik lagi - ambil kunci yang masih tergantung di pintu - turun tangga - diam sebentar cek isi tas - berangkat.


Jadi kebolak-balik, makin lama persiapan untuk berangkat ke kantor. Hahahhaa..


Apakah gw mulai bosan dengan kehidupan sehari-hari?

Saturday, August 28, 2010

Badan di rumah, kepala ketinggalan di kantor

Selamat berpuasa. Kegiatan hari ini nggak jauh dari komputer, sebenarnya sama saja seperti kegiatan hari-hari biasanya, bedanya gw nggak ngelayout, hari ini lebih banyak ngetik. Yang ada malah ngeklik mouse bejuta kali untuk browsing Font.

Ah! Ini sama saja halnya saya bekerja di kantor seperti biasa yaa? bedanya, saya di rumah.

NITRO. Ninja Katro

Holaa.. gw kembali lagi menyentuh blog ini, sampai lupa kapan post terakhir. Kali ini gw akan share tentang film pendek yang dulu di produksi oleh manusia-manusia canggih di Digital Studio College yang sekarang namanya berubah menjadi International Design School. Awalnya mereka buat film pendek ini untuk menyelesaikan tugas dan masih bisa dinikmati sampai sekarang.

Tittle:
The New NITRO (Ninja Katro)
Director :
Oscaryanto "Oscy" Sutedjo and Ferry Arya Seto
Producer :
Miko Haryati and Freska Paramita
DOP :
Oscaryanto "Oscy" Sutedjo
Screenwriter :
Oscaryanto "Oscy" Sutedjo and Ferry Arya Seto
Main Cast :
Eric Ludwig
Andri Bakti Ruay
Ferry Arya Seto
Miko Haryati
Kurniawan Kosuma
Cahyo Kusumo

Film pendek ini pernah menang di Hellofest V.5 dan Komutoku award 2008. Pernah di bahas dipost ini.

Langsung check saja versi awalnya. Episode pertama selamat menikmati:



Nggak ada suaranyaaaa.. huahahahhaaaa
Lanjut saja ke episode selanjutnya. Re-effect by Oscaryanto "Oscy" Sutedjo:

Part 1:



Part 2:



Part 3:



Lihat karya lainnya Oscaryanto "Oscy" Sutedjo.


Mari terus berkarya hei para pembuat film indie indonesia. Jangan mau kalah sama film-film yang kurang berkualitas. Minim budget bukan berarti nggak bisa sama sekali membuat film bagus. Buatlah film yang berkualitas dengan meningkatkan kreativitas!

Maju terus perfilman Indonesia!